Menjadi seorang dokter, tidak, aku menyadari bahwa aku tidak cukup mampu untuk menghadapi darah. Menjadi seorang model, apalagi ini, ga ada tampang sama sekali, namun sesaat aku menyadari sesuatu yang aku inginkan kelak ketika aku sudah mencapai kemapanan diri, yaitu mempunyai sebuah lembaga pendidikan atau sekolah lah, yang diakui secara nasional, internasional yang sangat diharapkan, dimana di sekolah itu fasilitas yang disediakan semuanya gratis. Kapankah aku mapan? pertanyaan di kepalaku kembali bergema, kemudian otak kiriku kembali menjawab, ketika semua kebutuhan ku dan keluargaku sudah terpenuhi sendirinya. Terpenuhi secara sendirinya? mungkin lebih diartikan dengan sebuah usaha yang sudah mampu jalan sendiri.
Pertanyaan ketiga kembali muncul, apakah jalan yang aku tempuh ini sudah termasuk jejak untuk menuju mimpi2 ku tersebut. Aku jawab mungkin, disetiap jalan yang aku tempuh aku menemukan segala pengalaman2 baru dengan orangyang baru juga, bahkan secara tidak sadar juga ternyata banyak dari teman2ku adalah seorang yang hebat dibidangnya, yang mungkin bisa menjadi seorang dosen tamu atau pengajar tamu di sekolahanku kelak...
tapi satu yang aku inginkan, walaupun ilmu yang aku dapatkan masih sedikit, aku ingin menyumbangkan ilmu ku ini untuk kemajuan agama, negara dan ilmu pengetahua. Karena menurutku, ilmu merupakan salah satu amal baik juga, dan akan punah apabila tidak diwariskan...
ya sekedar membicarakan mimpiku...
Mimpi yang kadang secara tidak disadari kita sudah mendekati mimpi tersebut